Coretan Pemburu Ilmu
Mengabadikan momen-momen saya saat belajar menuntut ilmu dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.
Cari Blog Ini
Senin, 13 Juli 2026
Mendengarkan sebuah Proses Menemukan Diri
Jumat, 02 Mei 2025
Merayakan Hari Buruh di Pergasingan
Penat, itu yang saya rasakan. Bulan April sungguh saya menghadapi banyak tantangan, dari tantangan pertemanan, pekerjaan, dan peran saya sebagai seorang istri serta ibu. Saya mengajukan usulan ke suami agar awal Mei agenda kami adalah mendaki Bukit Pergasingan dengan ketinggian1806 mdpl.
Mendaki Bukit Pergasingan ini yang pertama bagi kami berdua karena biasanya kami mendaki minimal 4 orang sebagai tim.
Saya mengira suami tidak berkenan dengan usulan tapi ternyata h-1 suami berkata " umma, kalau besok jadi ke Pergasingan siapkan bekalnya malam ini".
Tentu saya sangat senang, dengan sisa uang yang ada saya mempersiapkan bekal logistik dan yang lainnya. Logistik yang saya persiapkan tidak hanya untuk kami yang mendaki tapi juga untuk anak-anak yang kami tinggalkan di rumah.
Telur, kurma, roti, air 1500ml dan air botol tumbler ukuran 600ml, tolak angin, susu kotak, nugget, jajan untuk anak-anak. Total semuanya kurang lebih 161.000 rupiah.
Urusan logistik selesai, setelahnya saya mempersiapkan baju dan alat.
****
Kami mulai berangkat dari Mataram menuju Sembalun Kabupaten Lombok Timur pukul 04:20 wita dan sampai pada pukul 6:20 wita. Mampir ke sebuah warung makan tempat kami biasa sarapan sebelum menuju basecamp pendakian.
Berhubung masih pagi banget eh nasinya belum matang hahaha akhirnya kami menunggu dan lumayan menyita waktu. Satu jam kami adadi warung makan untuk sarapan, beli nasi untuk makan di puncak dan urusan buang hajat.
Sekitar pukul 07:45 WITA kami sudah sampai di basecamp, bayar parkir 10.000 rupiah dan bayar tiket masuk 20.000 rupiah untuk 2 orang.
Pukul 08:00 WITA kami memulai pendakian. Bukit Pergasingan tidak memiliki pos-pos seperti bukit lainnya yang termasuk Seven Summits Sembalun jadi ya terus aja naik sampai puncak.emyusuri tangga-tangga, setelah itu bertemu dengan tanjakan berbatu.
Trekking di Pergasingan jalurnya relatif mudah, Alhamdulillah saya sendiri sangat menikmati perjalanan. Syukurnya kami berangkat mendaki pagi hari, tak banyak pendaki yang kami temui, tak seperti pendakian bulan April lalu di Bukit Sempana yang di sepanjang jalurnya ramai oleh pendaki.
Tiba di puncak Bukit Pergasingan pukul 10:00 WITA. Menikmati puncak Pergasingan 30 menit itu sudah cukup dan pukul 10:30 WITA kami mulai menuruni bukit dan pas jam 12 siang kami sampai ke basecamp.
Alhamdulillah.
Pendakian kali rekor pendakian paling singkat karena bakda ashar sekitar pukul setengah lima kami sudah sampai rumah.
Senin, 20 Januari 2025
Buku Membaca Nyaring
Apa yang terpikirkan oleh orangtua ketika mempunyai bayi?
Kebanyakan dari orangtua apalagi yang mempunyai bayi pertama
fokus terhadap berat badan anak karena hal itu terlihat oleh mata. Tapi
bagaimana dengan kemampuan berpikir anak alias perkembangan otak anak? Sebagian
besar dari orangtua lupa bahwa otak pun perlu penambahan berat.
Bagaimana caranya?
Ibu Roosie Setiawan menjelaskannya di buku “Membacakan
Nyaring” ini. Terinspirasi dari bukunya Jim Trelease Bu Roosie menjelaskan
beberapa fase stimulasi literasi kepada bayi lewat membaca nyaring.
Fase-fase tersebut adalah pertama, fase mendengar.
Ke dua, fase mengamati.
Ke tiga, fase bergumam.
Ke empat, fase berceloteh.
Ke lima, fase membuat kata.
Ke enam, fase membuat kalimat.
Sebelum anak-anak kita masuk pada fase sekolah dasar yang
sudah memasuki teknis belajar membaca di buku ini dijelaskan anak harus
dirangsang dengan stimulasi pra membaca yaitu ngobrol, bernyanyi, dan membaca
nyaring.
****
Membaca buku ini saya merasa flashback dimasa anak-anak
ketika bayi, saya mempunyai bayi pertama di tahun 2013 sedang buku ini terbit
tahun 2017. Alhamdulillah sejak hamil saya sudah membacakan buku ke anak-anak.
Hanya saja saat itu semua buku saya bacakan. Sedangkan di buku ini dijelaskan
tiap fase anak beda juga jenis buku yang digunakan. Tapi tak mengapa buku ini
masih sangat relevan untuk saya karena saya seorang kader posyandu yang
tugasnya mendampingi ibu-ibu yang mempunyai bayi. Saya bisa menjelaskan apa
saja manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan membacakan nyaring kepada bayi
mulai dari manfaatneurologis, pedagogis, sampai sosiologis.
Dengan gaya Bahasa yang mudah dipahami buku ini sangat
direkomendasikan bagi orangtua, calon orangtua bahkan semua orang dewasa.
