Cari Blog Ini

Selasa, 01 Oktober 2024

Tulisan Pertama Bulan Oktober

 Pagi yang menyejukkan karena tadi malam Kota Mataram hujan. Setelah berhari-hari dikepung suhu 32°C akhirnya bau tanah diguyur hujan. Bisa dibayangkan betapa gerahnya, menyalakan kipas hanya akan menyebar hawa panas saja.


Pekan terakhir September saya ada kegiatan TFI namanya, kepanjangannya Training for instruktur. Mengapa saya mengikuti kegiatan ini karena sebagai kader posyandu saya butuh ilmu kebugaran untuk mengedukasi masyarakat wilayah kerja saya.


*****


Anak nomer empat di pekan ke empat kemarin juga flu jadi dia tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar selama sepekan. Sakit flu khawatir jika dipaksa bersekolah bisa menularkan ke teman-temannya.





Nah awal Oktober mulai bersekolah cuma rewelnya luar biasa. Baru setengah perjalanan belajar dia pengen pulang.

Aaahhhh umma kan jadi pengen berubah jadi macan hahahaha. Syukurnya bisa dibujuk sampai akhir sekolah.


Pulang sekolah umma lanjut beberes rumah. Rumah berantakan banget wkwkwk. Dua anak bujang saya kan tidak mau sekolah,yang sekolah anak nomer satu dan nomer 2.


*****


Aslinya saya mati ide gaes, mungkin ini aja yang ingin saya tulis untuk mengawali kebiasaan baru di Bulan oktober.




Senin, 01 Januari 2024

Evaluasi 2023



Tulisan pertama di tahun 2024. Awal tahun kita semua sudah terbiasa dengan apa yang dinamakan resolusi. Kadang penat sekali dengan yang namanya resolusi ini. Kayak hot-hot chiken shit gitu. Saat ini saya harus memaksakan diri untuk benar-benar komitmen dan konsisten. Jalan aja dulu, perbaikan bisa dilakukan di sepanjang perjalan tahun 2024.


Ada beberapa yang harus dievaluasi, yang pertama adalah evaluasi diri. Tahun 2023 saya merasa kurang produktif. tidak ada parameter yang jelas tentang berbagai aktivitas yang saya lakukan misalnya aktivitas saaya sebagai kader posyandu, kader pkk dan kader partai politik.


Tentang membaca, astagfirullah tahun 2023 saya tak mampu mencatat berapa buku yang saya baca dengan habis. Tulisan apalagi, jangan menulis di blog seperti yang saya lakukan saat ini menulis berbagi kebaikan di media sosial saja saya belum rutin.

Mengapa tak bisa rutin ya karena saya kurang membaca, tidak ide yang nyantol di otak.

Untuk urusan fisik sepertinya di tahun 2023 saya lebih sering sakit. Hal tersebut karena saya jarang makan dan malas olahraga. Dulu saya masih rajin olahraga minimal sepedaan dan jalan kaki. Pikiran dan fisik saya lemah.


Sedih banget.


Oke urusan diri sendiri sudah, sekarang saya mau evaluasi sebagai istri dan ibu. Saya sangat kelelahan karena saya gagal menentukan skala prioritas. Saya lebih fokus ke kegitan di luar rumah. Hal yang saya sesalkan ketika pak suami mengajak untuk beraktivitas dalam kamar saya lebih sering menolak daripada melayani beliau. Ini sangat prinsipil banget.

Yang berikutnya adalah saya terlalu lelah untuk menemani bermain anak-anak.

Anak-anak minta baca buku saya tolak, anak-anak minta bermain saya tolak, karen di pikiran saya hanya terisi laporan-laporan, berkunjung ke rumah sasaran posyandu apalagi ada undangan bimbingan teknis dari dinas-dinas terkait.

urusan memasak, dulu saya masih sempat memasakkan kudapan untuk anak-anak,tahun2023?? boro-boro, masuk dapur aja bawaanya capek. Hal ini ingin merajinkan lagi kegiatan memasak bersama anak-anak.


Semua hal yang saya ceritakan mempunyai efek domino.  Misalnya nih karena saya tidak rajin memasak saya jadinya lebih rajin membeli lauk jadi pengeluaran membengkak.


Untuk sementara hal ini yang saya catat agar saya bisa perbaiki sedikit demi sedikit. Pelan tapi pasti.


Selasa, 09 Februari 2021

Peran orangtua pada masa remaja


 
Hari ahad sore yang mendung manja di Lombok. Alhamdulillah bisa mengikuti zoom meeting bersama Kak Sinyo Egi aka Agus Sugiarto founder  komunitas Peduli Sahabat yang aktif dalam menemani teman-teman yang ingin kembali kepada fitrah seksualitasnya. Peduli Sahabat aktif membersamai teman-teman yang kecanduan porno, game, gay, lesbian atau Same Sex Atraction.

Pertama, beliau memaparkan apa itu remaja/aqil baligh. Ada dua sudut pandang. Cara pandang akil baligh menurut islam dan psikologi umum.

Menurut psikologi umum akil baligh dibawah 17 tahun.

Menurut islam akil usia 10 tahun, matang secara pikiran bisa menilai benar dan salah.
Baligh ketika sudah siap bereproduksi. Kira-kira usia 14 tahun.

Permasalahan utama pada remaja jaman now adalah bingung, galau, gabut alias gak jelas mau ngapain 

Kenapa?

Karena gak punya tujuan hidup. Gak jelas maunya apa. Bangun tidur bingung mau ngapain. Sekolah aja gak punya tujuan. Pilih jurusan aja bingung kudu orangtua yang memilihkan.

Ya karena konsep remaja ini, anak SMA masih dibilang anak padahal udah bisa buat anak.

Beda dengan pola Islam tiap fase perkembangan anak sudah punya tujuan. Contoh Usia 6 tahun rosul sudah memelihara kambing.

Kemudian selanjutnya darimana asal problem anak remaja?

Konflik remaja dimulai dari diri sendiri, rasa suka terhadap lawan jenis. Terjadi konflik antara anak dan orangtua.

Lelaki kalo stres kalo dapat lingkungan baik ya aman. 
Masalah utamanya kantung sperma. Tiap hari 120.000-150.000 calon anak. Saat usia pubertas sangat ingin nonton pornografi. Sperma kalo keluar kudu ada rangsangan gak bisa ujug2 keluar. Tantangannya dunia maya, game-game yang menawarkan pornografi. Kalo gak keluar di dumay maka ke dunia nyata melalui masturbasi/onani bahasa jaman sekarang coli/fepfep.
Kalo sudah gak kuat akan melakukan seks dengan sesama jenis, hewan, 

Perempuan, konfliknya bukan di libido tapi perasaannya merasa dicintai atau mencintai. Kalo gak dapat cinta dari bapaknya atau saudara lelaki ia cari di luar. Cewek suka mengeluarkan 20.000 kata tiap hati. Ada nama role player yang gak bisa diawasi melalui media sosial. Yang ujungnya mengacu ke seks juga. Founder grup WA biasanya ada kelainan seks. Jaman dulu perempuan gak tau seks, sekarang?
Perek =perempuan eksperimen. 
Pastikan bapak menekankan bahwa anak cewek jangan mau diajak pacaran. Lelaki baik akan mengambil tanggung jawab.

Pesan kak sinyo, 1. Agama, belajar agama dengan berbagai sumber. 2. ajarkan fakta dan data untuk melawan kaum liberal. Sumber informasi anak ada dimana-mana.

Menghuni bumi butuh fakta dan data karena melahirkan data.

Semua butuh proses. Butuh waktu. Carikan sahabat yang baik. Jangan sampai orangtua jadi musuh anaknya.

Kudu dikasih simulasi sentuhan baik, buruk dan berbahaya.