Cari Blog Ini

Sabtu, 30 November 2024

Villa NR Sigerongan, Nikmati Keindahan Alam di Pinggiran Kota Mataram

dokpri ; pemandangan indah Villa NR Sigerongan

Mengawali hari dengan kegalauan. Pagi ini keluarga kami mempunyai agenda berkunjung di Villa NR Sigerongan milik teman suami. Agenda ini sudah dibuat dari hari kamis malam dan saya iyakan. Bulan November  ini kami berencana kemping ke pergasingan. Karena kodisi medan yang panas maka teman-teman hiking  mengusulkan untuk kemping, berangkat hikingnya setelah subuh. Agak berat mengikutinya karena anak-anak pengan ikut. Bagaimana tidak berat? Dalam kondisi berdua saja, saya masih dijaga sama suami. Nanti kalau anak-anak ikut mereka dijaga siapa? Saya sudah ijin untuk tidak dapat ikut. Namun ternyata agenda tertunda, yang awalnya tanggal 30 November 2024 diundur tanggal 7 Desember 2024.

Oia untuk diketahui bahwa pekan ke 4 Bulan November 2024 ada beberapa agenda yaitu kemping di Pergasingan tanggal 30 November 2024, ke dua Pembekalan Relawan Trainer Read Aloud tanggal 1 desember 2024, yang ke tiga berkunjung di Villa NR Sigerongan. Dimana letak galaunya? Teman saya bersepakat untuk mengganti kemping tanggal 30 november 2024 menjadi hiking di tanggal 1 Desember 2024 ke Kondo via Savana Propok dan itu bertabrakan dengan agenda Pembekalan Trainer Read Aloud.­

Aahhhhh!!!! Saya benar-benar pusing.


***

Nah, agenda ke Villa NR Sigerongan ini juga karena ajakan teman suami. Saya berpikir agar anak-anak tidak ikut kemping di Pergasingan saya harus menyenangkan mereka dulu agar mudah untuk diajak diskusi. Awalnya saya ingin mengajak kemping di pantai Cemara Lembar. Berangkat jumat sore pulang sabtu siang sedang hari ahad saya ikut pembekalan Read Aloud. Akan tetapi Kamis malam suami memberitahu bahwa pada hari sabtu akan berkunjung ke Villa NR Sigerongan “disana ada kolamnua umma, anak-anak bisa berenang” kata suami.

Ya sudah, karena fokus saya adalah menyenangkan anak-anak akhirnya kemping di Pantai Cemara dibatalkan dan kami bersepakat ke Villa NR Sigerongan.

Villa NR Sigerongan terletak di Kabupaten Lombok Barat, membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Mataram. Tempatnya sejuk, asri, hijau mantaplah pokoknya. Sedang masa pembangunan. Ada kolam ikannya juga. Para ulama yang berkunjung ke Lombok biasanya menginap di Villa ini. Terdapat satu rumah dua lantai, kolam renang, dan aula pertemuan.

Anak-anak sangat senang karena bisa berenang sepuasnya.

 

pemandangan di belakang villa




villa NR Sigerongan




Selasa, 26 November 2024

Benarkah lamanya Bekerja Sejalan dengan Produktivitas kita?

 

­


Judul Buku : How To Be Productive

Tahun diterbitkan : 2023

Nomor ISBN :

Nama Penulis : Yusva Marta N

Nama Penerbit : Psikologi Corner

Jumlah halaman: 128 halaman

Harga buku :  50.000

 

Benarkah kita sudah produktif dalam bekerja?

Pernahkah kita merasakan kebosanan dalam bekerja?

Apa tujuan kita bekerja?

Dan masih ada beberapa pertanyaan lagi dari penulis di bukunya yang berjudul How to be Productive ini kepada npara pembacanya. Ada beberapa motivasi dalam bekerja yang dipaparkan oleh penulis dari sekedar mencari uang, menolong, aktualisasi diri, hingga panggilan jiwa. Buku dengan cover warna putih ini begitu menarik bagi saya karena saya membelinya ketika saya merasa kok saya bekerja ini jalan ditempat, gak ada hasilnya.

Buku ini terdiri dari empat bagian, bagian pertama kita akan mendapatkan pertanyan-pertanya tentang apa arti pekerjaan. Bagian ke dua penulis menjelaskan beberapa teknis agar bekerja tidak hanya bekerja tapi bisa produktif salah satunya adalah dengan metode pomodoro dari italia. Bagian ke tiga penulis menjelaskan bahwa bekerja itu ada seninya, jangan habiskan hidup kita hanya untuk bekerja. Sedangkan bagian ke empat ada kesimpulan.

Buku ini sangat cocok bagi anda yang merasa bekerja seperti robot, agar lebih memaknai bahwa kita itu manusia, sibuk boleh asal jangan lupa Bahagia.`­­­

 

 

­

Jumat, 18 Oktober 2024

Memasak, Kecakapan Hidup Pengikat Hati

Cemilan umma saat masak di dapur

 Mataram, 11 Oktober 2024


Pagi ini ada hal spektakuler yang saya kerjakan yaitu memasak untuk sarapan pagi. Malam sebelum tidur saya paksa diri ini untuk membereskan dapur yang berantakan. Jam setengah satu dini hari saya baru bisa tidur. 

Mengapa saya paksa? Karena setelah memakai aplikasi buku diari saya amati empat hari berturut-turut, saya mengambil kesimpulan bahwa dapur adalah sumber konflik. Saya mencoba mengingat-ingat. Kondisi dapur meja sangat kotor kompor juga kotor, itu yang membuat saya malas untuk masak. 

Membereskan dapur terlalu malam jadinya setelah beberes pagi alias masak, sarapan, mencuci, menyapu rencananya saya akan melanjutkan untuk beberes dapur.


Ada beberapa spot rumah yang harus saya bereskan. Barang-barang pak imam tentunya, berkas-berkas entah dari tahun kapan menumpuk tak tersentuh. Saya ingin betah di rumah. Karena setelah pak imam pensiun saya ingin bekerja dari rumah. Sehingga dari tahun ini saya ingin mencicilnya.


Ruangan pertama yang akan saya bereskan adalah dapur. Membuang alat-alat yang tidak pernah digunakan. Mencuci kompor, mencuci meja, merapikan bumbu-bumbu dan sejenisnya.

Saya ingin memulai kegiatan berkebun saya dimulai dari memilah sampah-sampah dapur.


*****

Bagian ini saya ketik saat tanggal 19 Oktober 2024, seperti kata Bang Tere ya tulisan itu pekerjaan yang harus diselesaikan, maka walaupun lambat saya mencoba menyelesaikannya. Pasca saya beberes dapur alhamdulillah saya rajin masak. Saya tidak tau mengapa tapi tidak saya pungkiri vibesnya berbeda. 


Lebih mengharukan mendengar pendapat anak-anak, yang pertama komentar anak sulung yang bilang “umma gak rajin masak, beli lauk aja tau anaknya kurus” kejadiannya saat kami sedang berkonflik, makanya saat tanggal 11 Oktober saya paksa diri ini untuk membereskan dapur dan perkakasnya.


Yang kedua komentar anak nomor tiga “ kalau umma rajin masak aku rajin makan, kalau umma gak rajin masak aku gak rajin makan, karena lauk yang dibeli umma aku gak suka”.


Berbekal dua komentar anak bujang tersebut umma bertekat untuk rajin memasak. Setelah dievaluasi, yah lebih murah dan efisien secara waktu. Misal nih sarapan, kalau berangkat terlalu pagi ke pasar yang jual lauk masih siap-siap dan harus menunggu, saat berangkat pas jam setengah tujuh pagi pedagang lauk sudah siap pembeli sudah banyak dan menunggu lagi untuk mengantri. Itu baru tentang waktu berangkat, belum masalah menu dan porsi yang berefek pada harga. Wah wah wah sangat kompleks.

Sehingga saya mengambil kesimpulan, memasaklah walaupun menu sederhana yang penting anak-anak suka. Fokuslah pada anak-anak.